Novel ini berkisah tentang pencarian seorang ayah terhadap dua anaknya yang larut bersama banjir. Kisah tentang pak Hastani, Baihaqi, dan Badrun. Mereka terpisah oleh bencana yang pada akhirnya membawa mereka kepada nasib dan takdir masing-masing.
Novel ini berlatar di Desa Belantik, Desa Ketumbi, dan Tanjong Lantai di Belitung, dengan latar waktu sekitar tahun 1990-an hingga 2000-an, menggambarkan sosial budaya masyarakat Melayu Belitung. Novel ini mengangkat tema perjuangan dalam menemukan jati diri dan potensi diri, serta bagaimana lingkungan membentuk karakter seseorang Sobri, seorang pengangguran yang tinggal di rumah panggung tua …