Perjumpaan itu membawa harap, membuatku cenderung berangkat pada ekspektasi. Meskipun aku tak tahu, patah diam bersembunyi menungguku lengah. Terlalu lekat akan kesukaan, membawaku pada goyah tanpa arah. Hingga aku tersadar oleh cinta-Nya, “Hanya pada-Ku, kamu pantas melekat.” Sejak itu, langitku jadi lebih merah muda. Bungaku jadi semakin bermacam warna. Alam melantunkan nyanyian lepas beb…
Dengan gaya tutur puitis dan sarat makna, narasi ini merefleksikan pergulatan batin seorang individu yang dilanda bias, prasangka, dan rasa hampa dalam menghadapi penderitaan. Di tengah kekosongan dan manipulasi diri, muncul kesadaran bahwa cinta Ilahi tak terbatas hanya pada satu sosok—bahwa keistimewaan bukan milik pribadi semata. Melalui untaian kata yang getir namun menyentuh, pembaca dia…