Tenis meja adalah suatu permainan yang menggunakan meja sebagai lapangan yang dibatasi oleh jaring (net) yang menggunakan bola kecil yang terbuat dari celluloid dan permainannya menggunakan pemukul atau yang disebut bet. Tujuannya adalah menyeberangkan bola di atas net di tengah meja. Permainan tenis-meja, memerlukan taktik dan strategi-strategi khusus untuk dapat memenangkan permainan.
Secara umum, bermain bulu tangkis hanya membutuhkan dua orang pemain dengan raket dan kok. Namun, pada praktiknya, banyak hal yang harus diketahui dan banyak teknik yang dapat kita pelajari untuk dapat bermain lebih baik. Seperti olahraga lain, bermain bulu tangkis juga memiliki risiko yang sama besar, maka kita perlu tahu cara bermain yang benar agar terhindar dari cedera.Selain pengenalan tek…
Perundungan, atau yang dikenal sebagai bullying, adalah masalah yang kerap terjadi di berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang usia atau status sosial. Pertanyaan mendasar yang muncul adalah mengapa perundungan terjadi, apa yang mendasari seseorang melakukan perundungan, dan mengapa ada orang yang menjadi korban. Selain itu, bagi orang ketiga yang tidak terlibat, tindakan apa yang bisa diam…
Hidup Kartini begitu singkat, 25 tahun. Namun gagasan-gagasan progresifnya tak lekang oleh zaman. Tulisannya menggambarkan perjuangan panjang di “ruang dalam” yang belum selesai sekalipun ke mer deka an di “ruang luar” sudah tercapai. Kartini adalah kontradiksi: ia cerdas sekaligus lemah hati. Ia menyerap ide masyarakat Barat tapi tak takluk pada adat. Ia membawa per juangan perem pua…
Soekarno tak pernah berhenti menjadi ikon revolusi Nasional Indonesia yang paling menonjol—mungkin seperti Che Guevara bagi Kuba. Di banyak rumah, foto-fotonya, kendati dalam kertas yang sudah menguning di balik kaca pigura yang buram, tidak pernah diturunkan dari dinding meski pemerintahan telah berganti-ganti. Ia dicintai sekaligus dicaci. Tidak seorang pun dalam peradaban modern ini yang …
Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernahsakit.” Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengkonsolidasikan tentara,dan mempertahankan Republik dengan bergerilya. Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta…