Kali ini Lima Sekawan yakin di daerah pesisir Cornwall yang sepi tak akan ada petualangan. Tapi, ketika suatu malam mereka melihat sinar memancar dari sebuah menara tua, mereka jadi bertanya-tanya. Betulkah di zaman sekarang ini masih ada pencoleng yang merampok kapal-kapal yang lewat dengan menyalakan suar palsu? Akankah besok mereka menemukan kapal yang pecah berkeping-keping karena dijebak o…
Karya fiksi ilmiah ini menceritakan kisah menarik mengenai seorang ilmuwan albino bernama Griffin. Dia lahir sebagai seorang albino dan dia menjadi merasa dikucilkan oleh orang-orang sekitar. Ia malu karena kelainan pigmen yang dimiliki itu. Lalu, ia akhirnya ingin dirinya menjadi tidak terlihat oleh orang lain. Mimpinya ini akhirnya terwujud ketika dia menemukan bahwa dia bisa membuat benda me…
Kisah seekor anjing berbulu kusut bernama Greyfriars Bobby yang tidak dapat dipisahkan dengan majikannya, yaitu Auld Jock. Auld Jock merupakan seorang gembala yang sederhana dan baik hati. Suatu hari Jock meninggal karena sering melewati musim dingin dan membuat Bobby si anjing berbulu kusut menjadi sedih. Jock pun dikubur di sekitar gereja namun anjing tidak boleh masuk ke dalam sana. Tetapi,…
The Railway Children karya Edith Nesbit adalah buku yang 'menyenangkan' tentang sebuah keluarga yang hidup di dunia yang telah lama hilang – tepatnya tahun 1905. Tiga anak kecil, Roberta, yang dikenal sebagai 'Bobbie' (12), Peter (10), dan Phyllis (8) pindah dari London ke 'The Three Chimneys', sebuah rumah yang jauh lebih kecil di pedesaan dekat jalur kereta api, bersama ibu mereka. Ayah me…
Nala dan Sanja menghabiskan waktu liburan semesternya di rumah Ayu yang merupakan anak dari keluarga penyihir murni (Japa). Mereka bertiga kemudian memenangkan tiket liburan untuk menikmati betapa indahnya kerajaan sihir Serandjana serta aktivitas di dalamnya. Malangnya, dalam kebahagiaan itu, 12 tahanan kabur dari penjara bawah tanah Serandjana hingga berujung pada hilangnya buku Serandji Nus…
Elizabeth Bennet dan Fitzwilliam Darcy sama sekali tidak memiliki kecocokan bahkan sejak mereka belum saling mengenal. Elizabeth menilai Mr. Darcy sebagai pria yang sok, angkuh, dan mengesalkan, sementara Mr. Darcy menganggap Elizabeth tidak anggun dan terlalu sering berprasangka. Cukup lama mereka saling bermusuhan, bahkan sering kali melontarkan sindiran-sindiran pedas terhadap satu sama lain…